menu

Kamis, 13 November 2014

makalah tentang : paragraf

KATA PENGANTAR

            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Paragraf Argumentasi, Deskripsi, Eksposisi, Persuasi, dan Narasi”.
Sholawat serta salam tak lupa kami curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta sahabat-sahabatnya yang telah memberikan titik terang kejalan yang benar kepada umatnya.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dedi  selaku Dosen mata kuliah  bahasa Indonesia  sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah konsep membaca. Serta semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran yang membangun kami harapkan agar makalah ini lebih sempurna. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan jalan terbaik bagi umat-Nya yang telah berupaya dengan i’tikad baik. Amiin.



Lubuklinggau, 15 September 2014


 Penulis







DAFTAR ISI


Halaman Sampul....................................................................................            i           
Kata Pengantar....................................................................................           ii
Daftar isi.................................................................................................          iii
BAB I......................................................................................................           1
A.Latar belakang...................................................................................           1
B.Rumusan masalah...........................................................................           2
BAB II ....................................................................................................           3
A.Paragraf Argumentasi......................................................................           3
B.Paragraf deskripsi ............................................................................           4
C.Paragraf Eksposisi...........................................................................           5
D.Paragraf Persuasi.............................................................................           8
E.Paragraf Narasi.................................................................................         10
BAB III ...................................................................................................         12
A.Simpulan............................................................................................         12
Daftar Pustaka......................................................................................         15















BABI
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang macam-macam paragraf. Kita harus lebih dahulu mengerti akan pengertian paragraf. Paragraf adalah bagian karangan atau tulisan yang membentuk satu kesatuan pikiran/ide/gagasan. Setiap paragraf di kendalikan oleh satu ide pokok. Ide pokok paragraf dikemas dalam sebuah kalimat, yang disebut kalimat utama. Dari kalimat utama paragraf itulah kalimat-kalimat penjelas, baik yang bersifat mayor ataupun minor, di tuliskan secara tuntas, lengkap dan terperinci. Secara visual paragraf di tandai dengan baris pertama yang di tulis atau di ketik menjorok ke dalam sebanyak lima ketukan dari marjin kiri dan selalu di awali baris baru.
Dalam manulis sebuah karangan atau cerita tentunya selalu dijumpai susunan dari banyak kata yang membentuk kalimat. Kalimat-kalimat tersebut harus dihubungkan lagi sehingga terbentuk sebuah paragraf. Menyusun paragraf berarti menyampaikan suatu gagasan atau pendapat tertentu yang harus disertai alasan ataupun bukti tertentu.
Dalam pembendaharaan bahasa indonesia terdapat berbagai macam paragraf, antara lain, terdapat paragaraf naratif, paragraf deskriptif, paragraf argumentatif, paragraf kohesi dan paragraf  koherensi. Sebagian besar pelajar khususnya di kalangan mahasiswa kurang bisa untuk membedakan antara paragraf satu dengan yang lain. Bahkan tidak jarang mereka belum mengerti akan pengertian salah satu paragraf  itu.
Artikel ini yang berjudul “Paragraf Argumentasi, Deskripsi, Ekposisi Persuasi, Narasi” akan mencoba mengulas pengertian dari masing-masing paragraf, untuk membantu mahasiswa membedakan antara paragraf satu dengan paragraf lain.




B. Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan paragraf argumentasi?
2.      Apa yang dimaksud dengan paragraf deskripti?
3.      Apa yang dimaksud dengan paragraf eksposisi?
4.      Apa yang dimaksud dengan paragraf persuasi?
5.   Apa yang dimaksud dengan paragraph narasi?


























BAB II
PEMBAHASAN


A. Paragraf Argumentasi

Adalah paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta.Deskripsi merupakan suatu karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan. Dalam argumentatif, penulis menyampaikan pendapat yang disertai penjelasan dan alasan yang kuat dengan maksud agar pembaca bisa terpengaruh.Dasar karangan argumentasi adalah berpikir kritis dan logis. Oleh karena itu, harus berdasarkan pada fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Faktanya dapat diperoleh dari :          
1.bahan bacaan (buku, majalah, surat kabar, atau internet); 
2.wawancara atau angket;
3.penelitian atau pengamatan langsung melalui observasi.
Ciri-ciri Pargaraf atau karangan argumentasi   
1. Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin mengenai topik yang dibahas.
2. Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
3. Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
4. Penjelasan dalam paragraf argumentasi disampaikan secara logis
5. Penutup berisi kesimpulan.     

Karakteristik paragraf argumentasi: Karakteristik paragraf argumentasi:
  1. Kalimat Kalimat utama/pendahuluan berupa pernyataan/gagasan penulis yang menarik perhatian pembaca 
  2. Diikuti kalimat-kalimat penjelas yang berisi argumen-argumen untuk meyakinkan atau membuktikan kebenaran gagasan awal penulis
  3. Ditutup dengan kesimpulan yang menegaskan gagasan awal penulis
  4. utama/pendahuluan berupa pernyataan/gagasan penulis yang menarik perhatian pembaca 
  5. Diikuti kalimat-kalimat penjelas yang berisi argumen-argumen untuk meyakinkan atau membuktikan kebenaran gagasan awal penulis
  6. Ditutup dengan kesimpulan yang menegaskan gagasan awal penulis
  7. Kalimat utama/pendahuluan berupa pernyataan/gagasan penulis yang menarik perhatian pembaca 
  8. Diikuti kalimat-kalimat penjelas yang berisi argumen-argumen untuk meyakinkan atau membuktikan kebenaran gagasan awal penulis
  9. Ditutup dengan kesimpulan yang menegaskan gagasan awal penulis
Contoh paragraf argumntasi:
Semakin hari kini semakin mahal harga kebutuhan pokok. Tentunya menjadi salah satu hal yang menyulitkan bagi kita semua. Belum lagi masalah harga BBM yang dicanangkan akan naik dalam waktu dekat ini. Tidak hanya itu saja, biaya pendidikan yang tidak sedikit juga menjadi beban tersendiri bagi masyarakat. Pada tahun 2010 saja angka kemiskinan di negara ini telah melonjak hingga 10% dari tahun sebelumnya. Alasan alasan tersebutlah yang menjadikan hidup kita terutama rakyat miskin semakin terpuruk. Pastinya anda semua setuju bukan dengan tersebut.
B. Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi merupakan gagasan pokok yang menggambarkan suatu objek sehingga para pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek tersebut. Tujuannya adalah untuk merasakan sendiri dari semua yang ditulis oleh penulis. Objek tersebut dapat berupa orang, benda, atau tempat.
Ciri - ciri paragraf deskripsi :         
1. Memberikan gambaran tentang suatu benda, tempat atau suasana
2. Penggambaran dilakukan dengan melibatkan panca indra.
3. Mempunyai tujuan agar seolah - olah pembaca bisa ikut mendengar, melihat atau merasakan apa yang dideskripsikan oleh penulis.
4. Memberikan penjelasan mengenai objek yang dideskripsikan, bisa berupa warna, ukuran, sifat dan lain -lain.      
Contoh Paragraf Deskripsi :         
Pulau Komodo yang terletak di dekat pulau Flores Nusa Tenggara Timur menjadi perhatian dunia karena disana terdapat hewan langka Komodo. Pulau ini bisa dikunjungi kurang lebih 1-2 jam dari pelabuhan terdekat. Populasi komodo di pulau ini mencapai 1300 ekor(pada tahun 2009) ini sudah lebih dari cukup untuk menarik minat wisatawan lokal maupun asing. Pulau yang luasnya 390 km2ini telah diumumka sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia.

C. Pengertian Paragraf Eksposisi

            Paragraf eksposisi adalah paragraf yang tujuan penulisannya memaparkan, menjelaskan dan memberikan informasi tentang sesuatu secara spesifik. Dengan kata lain paragraf ini memberikan gambaran secara jelas tentang suatu pokok bahasan secara obyektif.

Ciri - ciri Paragraf Eksposisi

Paragraf eksposisi memiliki ciri ciri yaitu diantaranya
  1. Dalam paragraf eksposisi terdapat pengertian atau definisi dari sebuah istilah yang dibahas
  2. Paragraf eksposisi haruslah bersifat obyektif dan tidak ada unsur yang bersifat mengarahkan atau mengajak
  3. Untuk memperkuat nilai obyektifitas, tidak jarang dalam paragraf eksposisi disertai dengan data yang valid dan akurat

Contoh Paragraf Eksposisi

Angklung adalah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu yang sudah terdaftar sebagai karya agung warisan budaya lisan dan non bendawi manusia dari unesco sejak bulan november tahun 2010. Dictionary of the sunda language karya Jonathan Rigg yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa - pipa bambu yang dipotong ujung - ujungnya menyerupai pipa - pipa dalam suatu organ dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilakan bunyi.
Jenis jenis eksposisi
1.eksposisi definisi 
2. eksposisi proses 
3. eksposisi klasifikasi       
4. eksposisi ilustrasi (contoh)       
5. eksposisi perbandingan & pertentangan, dan          
6. eksposisi laporan
Contoh-Contoh Paragraf Eksposisi
1.Contoh eksposisi berita
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.
2.Contoh Eksposisi ilustrasi
Dalam tubuh manusia terdapat aktivitas seperti pada mesin mobil. Tubuh manusia dapat mengubah energi kimiawi yang terkandung dalam bahan–bahan bakarnya-yakni makanan yang ditelan– menjadi energi panas dan energi mekanis. Nasi yang Anda makan akan dibakar dalam tubuh sebagaimana bensin dibakar dalam silinder mesin mobil. Sebagian dari energi kimiawi yang disediakan oleh nasi itu diubah menjadi energi panas yang membuat tubuh tetap hangat. Sebagian lagi berubah menjadi energi mekanis yang memungkinkan otot-otot dapat memompa darah dalam tubuh atau menggerakkan dada pada waktu bernapas.
3.Contoh Eksposisi Proses
Energen, nutrisi empat sehat lima sempurna dapat disajikan dengan mudah. Tuangkan energen ke dalam gelas. Tambahkan 150 ml air hangat dan aduk hingga merata. Energen hangat siap dihidangkan.
 
4.Contoh Eksposisi perbandingan
Tinju bukanlah jenis olah raga yang banyak peminatnya. Yang banyak adalah penggemarnya. Berbeda dengan olah raga jalan kaki. Peminatnya banyak, penggemarnya sedikit. Tidak ada orang yang menonton orang lain berjalan kaki.
5.Contoh Eksposisi pertentangan
      Orang yang gemar bersepeda umumnya orang yang suka pada alam. Sebaliknya, orang yang tak pernah bersepeda kebanyakan orang kota yang ke mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan menggerutu jika menemui jalan sempit di desa-desa.
6.Contoh Eksposisi definisi
      Metonimi merupakan jenis gaya kias yang menggunakan kata-kata untuk pengertian yang lebih luas aau yang lebih sempit dari artinya yang lazim. Kata-kata dengan makna luas atau menyempit digunakan untuk menamai hal-hal atau sesuatu yang dimaksudkan.
7.Contoh Eksposisi analisis
      Berbagai teori dikemukakan untuk mencari latar belakang kematian Merilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh mafia. Seorang detektif memperkirakan, Merilyn pernah berhubungan dengan J.F. Kennedy. Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat merusak nama baik tokoh penting AS tersebut. …
8.Eksposisi klasifikasi
                                                                                                                                                                               Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, bergantung pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra berkaitan dengan fakta-fakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan impresionistik, yang menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan efek personil karya sastra pada kritikusnya.
D. Pengertian Paragraf Persuasif
Paragraf persuasif adalah sebuah paragraf yang dibuat dengan tujuan untuk menarik minat atau keinginan dari para pembaca. Selain itu paragraf ini juga ditujukan untuk meyakinkan pembaca tentang sebuah ide yang ditawarka dalam paragraf tersebut. Berpijak dari tujuan penulisan tersebut, maka seorang penulis yang hendak membuat sebuah paragraf persuasif hendaknya menyajikan paragraf nya dengan kata kata dan susunan kalimat yang menarik. Tidak jarang juga kata kata yang lebih atraktif atau terkesan menekan juga digunakan dalam jenis paragraf yang satu ini. Secara umum bisa dikatakan bahwa paragraf persuasif adalah paragraf yang gunakan untuk meyakinkan, menarik dan mendapatkan perhatian tiap orang yang membacanya.
Dalam setip paragraf persuasif yang ditulis, selalu terdapat tujuan dari sang penulis yang terselip di dalamnya. Kemampuan penulis dalam memainkan kata kata dan juga keterangan keterangan pendukung lainya, merupakan suatu keharusan untuk melancarkan fungsi dari paragraf persuasif tersebut. Serang penulis boleh juga memberikan pemikiran pribadinya sehubungan dengan isi  paragraf tersebut, namun pemikiran tersebut harus juga dapat menyokong nilai kebenaran agar para pembaca yakin.Jenis paragraf persuasif biasa dipakai dalam tulisan tulisan iklan, promosi, perkenalan produk bahkan hingga teks kampanye para penjabat negara. Hal itu tentunya tidak terlepas dari fungsi paragraf persuasif itu sendiri. Sehingga bisa dikatakan bahwa paragraf persuasif meruapakan salah satu jenis paragraf yang sangat penting artinya jika disangkutkan dari sisi fungsi penulisannya.
Paragraf persuasif memiliki beberapa ciri ciri yang bisa diamati diantaranya adalah:
  1. Adanya keyakinan dari sang penulis bahwa pendirian seorang pembaca bisa berubah dengan membaca paragraf tersebut.
  2. Adanya keterangan dan juga fakta yang menguatkan pendapat dalam paragraf tersebut.
  3. Adanya usaha penulis untuk mendapatkan persetujuan dari pembaca ketika membacanya dengan menggunakan kata kata seperti “anda tentu sangat setuju dengan pendapat saya bahwa….”
  4. Adanya usaha dari penulis untuk menghindari ketidak sepahaman dengan apa yang difikirkan oleh pembaca.
  5. Terdapat bukti dan fakta yang mempengaruhi atau membujuk pembaca Bahasa yang digunakan dibuat menarik untuk memberikan kesan kepada pembaca
Jenis Paragraf Persuasif
Secara umum paragraf persuasif dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu persuasif politis,  persuasif pendidikan, persuasif advertensi, dan persuasif propaganda. Dari ke 4 jenis paragraf persuasif tersebut memiliki fungsi yang beragam. Seperi politis dalam urusan politik, pendidikan untuk hal  hal yang terkait dengan dunia pendidikan, advertensi yang berhubungan dengan dunia bisnis dan propaganda yang bertujuan untuk menyebarkan sebuah pemikiran atau ide.
Contoh Paragraf persuasif
Menghadapi masalah kualitas pendidikan yang semakin hari semakin rendah, kita sebagai generasi muda harus lebih proaktif. Tidak hanya berpangku tangan, kita harus secepatnya bergerak. Anda semua pasti setuju bahwa masa depan kita ada di tangan generasi muda seperti kita bukan? Tidak boleh ada lagi ketimpangan dalam dunia pendidikan. Kawan, mari bersama mencari keadilan yang seadil adilnya, tetap semangat dan jangan pernah menyerah memperjuangkan tujuan bersama ini.

E. Pengertian paragraf narasi
Narasi adalah karangan atau cerita yang menyajikan suatu peristiwa atau kejadian serta bagaimana peristiwa itu berlangsung berdasarkan urutan waktu. Peristiwa itu boleh benar benar terjadi tapi boleh juga hanya khayalan saja. Roman, novel, cerpen drama, biografi dan kisah perjalanan termasukjenis tulisan narasi.
Contoh paragraf narasi
Suatu siang yang terik terlihat gadis itu berjalan dengan mempercepat langkahnya untuk menuju pintu rumahnya seperti ketakutan akan ada yang memergoki kedatangannya. Dengan susah payah pintu rumah pun di buka namun, mukanya berganti dengan rasa terkejut karena lelaki tersebut yang membukakan pintunya.     
Paragraf narasi sendiri dibagi menjadi dua macam yakni narasi ekspositoris dan narasi sugestif.       
1. Narasi ekspositoris         
Narasi ekspositoris adalah suatu bentuk narasi yang yang tujuanya menyampaikan informasi mengenai berlangsungnya suatu peristiwa atau proses. Narasi ini bersifat memperluas pengetahuan pembaca. Tahapan tahapan dalam suatu proses disampaikan dengan bahasa yang informatif dengan titik berat pada penggunaan kata denotatif.           
Contoh paragraf narasi ekspositoris :     
Cara merawat dan memelihara merpati tidaklah terlalu sulit. Bagi pemula, langkah pertama adalah membeli merpati satu pasang di tempat usaha peternakan merpati. Jika merpatinmasih kecil, usahakan kandang tidak terlalu terbuka agar suasana dalam kandang cukup hangat, tapi cukup terang. Selanjutnya, periksalah makanan dan minumannya serta berikan secara teratur. Sebaiknya kandang merpati dibersihkan secara teratur untuk menjaga kesehatan merpati dan tempat tinggalnya.


2. Narasi sugestif    
Narasi sugestif adalah suatu bentuk narasi yang tujuanya merangsang saya khayal pembaca. Tujuan utamanya adalah memberi makna atas peristiwa atau kejadian sebagai suatu pengalaman . Bahasa yang digunakan lebih condong ke bahasa kiasan dengan menggunakan kata kata konotatif. 
Contoh paragraf narasi sugestif :
Saya menuju ke lapangan terbang, dengan menunjukkan kartu kuning, segera saya diijinkan turut menumpang Dakota. Turun dari kemayoran segera saya naik taksi pula ke Priok. Kapal yang akan berangkat ke Singapura ialah majesty. Secepat rusa saya berlari menuju kapal tersebut. Berdiri sambil bersandarkan terali tampak seorang laki laki setengah tua, berpakaian teluk belanga berpeci seremban dan berkain sarung Trengganau



















BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN

  1. Paragraf argumentatif adalah suatu karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan. Dalam argumentatif, penulis menyampaikan pendapat yang disertai penjelasan dan alasan yang kuat dengan maksud agar pembaca bisa terpengaruh.lebih Lanjut - Dalam berargumentasi, kita boleh mempertahankan pendapat, tetapi juga harus mempertimbangkan pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapat kita. Penalaran yang sehat dan didukung oleh penggunaan bahasa yang baik dan efektif sangat menunjang sebuah karangan argumentatif. Paragraf argumentasi memiliki dua pola: 1. Paragraf  argumentasi Sebab ke Akibat, yaitu jenis pola pengembangan paragraf argumentasi yang berawal dari peristiwa awal yang dianggap sebagai penyebab, lalu menuju kepada kesimpulan yang berupa efek atau akibat yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut. 2. Paragraf argumentasi Akibat ka Sebab, merupakan kebalikan dari pola pengembangan paragraf argumentasi yang sebelumnya. Paragraf ini dimulai dari menjelaskan suatu masalah yang dianggap sebagai akibat lalu bergerak menuju hal-hal yang dianggap sebagai penyebab masalah peristiwa terjadi

  1. Paragraf Deskripsi adalah salah satu jenis karangan yang melukiskan suatu objek sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, merasakan, mencium secara imajinatif apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dicium oleh penulis tentang objek yang dimaksud. Deskripsi dibagi menjadi dua, yaitu:1. Deskripsi sastra, yaitu deskripsi yang menimbulkan imajinasi, kesan, dan pengaruh kepada para pembaca. 2. Deskripsi ekspositoris atau deskripsi teknis, yaitu deskripsi yang tidak menimbulkan imajinasi, kesan, dan pengaruh kepada pembaca.                   

  1.  Paragraf Eksposisi

            Paragraf eksposisi adalah paragraf yang tujuan penulisannya memaparkan, menjelaskan dan memberikan informasi tentang sesuatu secara spesifik. Dengan kata lain paragraf ini memberikan gambaran secara jelas tentang suatu pokok bahasan secara obyektif.

Ciri - ciri Paragraf Eksposisi

Paragraf eksposisi memiliki ciri ciri yaitu diantaranya
  1. Dalam paragraf eksposisi terdapat pengertian atau definisi dari sebuah istilah yang dibahas
  2. Paragraf eksposisi haruslah bersifat obyektif dan tidak ada unsur yang bersifat mengarahkan atau mengajak
  3. Untuk memperkuat nilai obyektifitas, tidak jarang dalam paragraf eksposisi disertai dengan data yang valid dan akurat
  4. Paragraf narasai adalah bentuk tulisan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, merangkaikan tindak-tanduk perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau yang berlangsung dalam suatu kesatuan waktu tertentu. Berdasarkan materi pengembangannya, paragraf narasi terbagi ke dalam dua jenis, yakni: 1. Narasi fiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa imajinatif.. Narasi fiksi disebut juga narasi sugestif. Narasi sugestif adalah paragraf yang berisi rangkaian peristiwa yang disusun sedemikian rupa seehingga merangsang daya khayal pembaca, tentang peristiwa tersebut. 2. Narasi Nonfiksi (fakta) adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa faktual, suatu yang ada dan benar-benar terjadi.         
    Narasi ini disebut juga narasi ekspositori
    s. Narasi ekspositoris adalah paragraf yang berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa tersebut secara tepat.
                    
4.    Paragraf Persuasif
Paragraf persuasif adalah sebuah paragraf yang dibuat dengan tujuan untuk menarik minat atau keinginan dari para pembaca. Selain itu paragraf ini juga ditujukan untuk meyakinkan pembaca tentang sebuah ide yang ditawarka dalam paragraf tersebut. Berpijak dari tujuan penulisan tersebut, maka seorang penulis yang hendak membuat sebuah paragraf persuasif hendaknya menyajikan paragraf nya dengan kata kata dan susunan kalimat yang menarik. Tidak jarang juga kata kata yang lebih atraktif atau terkesan menekan juga digunakan dalam jenis paragraf yang satu ini. Secara umum bisa dikatakan bahwa paragraf persuasif adalah paragraf yang gunakan untuk meyakinkan, menarik dan mendapatkan perhatian tiap orang yang membacanya.
  1. paragraf narasi
Narasi adalah karangan atau cerita yang menyajikan suatu peristiwa atau kejadian serta bagaimana peristiwa itu berlangsung berdasarkan urutan waktu. Peristiwa itu boleh benar benar terjadi tapi boleh juga hanya khayalan saja. Roman, novel, cerpen drama, biografi dan kisah perjalanan termasukjenis tulisan narasi.












DAFTAR PUSTAKA



Doyin, Mukh, Wagiran. 2010. Bahasa Indonesia. Semarang : UNNES PRESS.
Rahardi, Kunjana. 2009 . penyunting bahasa indonesia untuk karang mengarang. Jakarta Erlangga.
Naradin. 2010 . Dasar – Dasar Penulisan. Malang : UMM PRESS.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar